TUNTUNAN SHALAT DHUHA



                                                 TUNTUNAN SHALAT DHUHA


tuntunan shalat dhuha
tuntunan shalat dhuha


Sahalat Dhuha adalah shalat sunah yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik, kira – kira matahari sedang naik setinggi kurang lebih 7 hasta sampai masuk waktu zhurur.
Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunnah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadist Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam,
“Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: wahai anak adam, jangan sekali – kali engkau malas mengerjakan empt rekaat pada waktu permulaan siang (shalat dhuha) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhamu pada akhir harinya” (HR.Hakim dan Thabrani).
Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat dilakukan tidak berjamaah.
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad Shallallahu ‘Alihi Wa sallam: “Barang siapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga,” (Shahih al-Jami`: 634)

Diriwayatkan dari Anas secara marfu‘, “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.”

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alihi Wa sallam  bersabda,”Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab al dhuha (pintu dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada  yang memanggil,’dimana orang yang senantiasa mengerjakan shalat dhuha?’inilah pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang (rahmat) Allah”.


Keutamaaan Sholat Dhuha

Sholat Dhuha menyamai / melebihi pahala sedekah yang dikeluarkan oleh tiap – tiap ruas anggota tubuh manusia yang berjumlah 360 ruas tulang, dengan 360 keutamaan (kebaikan) . sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam :

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720).

Cara mengerjakannya
1.     Niat bacaannya :
“Ushalli Sunnatadh – dhuha rak’ataini lillaahi ta’aalaa”. Allahuakbar
(“aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat, karena Allah Ta’ala”)
2.     Membaca doa Iftitah
3.     Membaca surat Al Fatihah
4.     Membaca satu surat didalam Al Qur’an (lebih afdholnya pada rekaat pertama membaca surat Asy-Syam dan rekaat kedua surat Adh – Dhuha
5.     Ruku’ dan membaca tasbih 3x
6.     I’tidal dan membaca bacaannya sama seperti shalat fardhu.
7.     Sujud pertama dan membaca tasbih 3x
8.     Duduk diantara dua sujdu dan membaca bacaannya sama seperti shalat fardhu.
9.     Sujud kedua dan membaca tasbih 3x
10.  Setelah rekaat pertama selesai, lanjutkan rekaat kedua sama seperti rekaat pertama, kemudian lakukan Tasyahhud akhir setelah selesai Tasyahhud akhir ucapkan salam dua kali

Doa setelah Shalat Dhuha  
Setelah mengerjakan Sholat Dhuha anda tinggal duduk dg khusyu dan konsentrasi dlm membaca Bacaan Doa Dzikir seperti Istighfar 100 kali, Sholawat Nabi 100 kali, Bacaan Tasbih dan Tahmid yg bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Setelah itu anda bisa dilanjut dg membaca Doa Setelah Sholat Dhuha seperti dibawah ini

doa setelah shalat dhuha
doa setelah shalat dhuha

Jika anda tidak hafal bacaan doa diatas maka anda bisa membaca Bacaan doa dhuha dengan bahasa anda sendiri karena didalam Islam tidak menyulitkan para hambanya dlm melakukan berbagai hal dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga Maha Pintar dan Maha Pemurah sehingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala maha mengerti dan maha mendengar setiap bacaan Doa.

Komentar