TUNTUNAN SHALAT JUM’AT

TUNTUNAN SHALAT JUM’AT

tuntunan shalat jum'at
tuntunan shalat jum'at



Shalat Jumat ialah Shalat Wajib yg dikerjakan dua Raka’at dan dilakukan pada hari Jum’at pada waktu masuk shalat Dzuhur yg dilaksanakan setelah Khutbah. Sedangkan Hari Jum’at sendiri merupakan raja dari semua hari karena didalam hari Jum’at terjadi peristiwa – peristiwa penting yg terjadi di sejarah Islam seperti Sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam

” Sebaik – baiknya hari dimana matahari terbit ialah pada hari jumat. Pada hari Jumat tersebut Adam diciptakkan, Pada hari itu dia dimasukkan ke dlm surga dan pada               hari Jum’at juga dia dikeluarkan dari surga, Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada
 Hari Jumat (HR. Muslim) ”.


Keutamaan Shalat Jumat dan Manfaat Shalat Jumat sangat luar Biasa besarnya. Sedangkan untuk Hukum Mengerjakan Shalat Jumat sendiri adalah Wajib atau Fardhu Ain bagi semua Laki – Laki Muslim di dunia kecuali untuk Wanita, Hamba Sahaya, Anak-Anak, Orang yg sakit tidak diwajibkan atas mereka dan hanya diwajibkan untuk mengerjakan Shalat Dzuhur. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam bersabda:


“Sesungguhnya hari Jumat itu adalah pemimpin seluruh hari dan hari paling mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. (HR. Ibnu Majah dinyatakan sahih oleh al-Albani rahimahullah)”


Niat Shalat Jumat

Usholli fardlol jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (imaaman/makmuman) lillaahi ta'aala. 

Artinya :

Aku niat melakukan shalat jum'at dua rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini (menjadi imam/makmum) karena Allah ta'ala.


Syarat – Syarat Sah Shalat Jum’at
·      Tempat Shalat Jum’at harus ditentukan,
·      Dilakuan dalam Waktu Dzuhur dan Hari Jum’at,
·      Dilakukan secara Berjamaah
Jumlah orang yg berjama’ah sekurang – kurangnya 40 Orang laki – laki dan Sebelum Mengerjakan Shalat Jumat didahulukan oleh 2 (Dua) Khutbah.

Hukum dan/atau Kewajiban Sholat Jum'at
Jum'atan atau shalat jum'at adalah kewajiban bagi setiap muslim. Sebagaimana Firman Allah :

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah.” (QS. Al Jum’ah: 9).

Hadis dari Abul Ja’d ad-Dhamri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Siapa yang meninggalkan 3 kali jumatan karena meremehkan, maka Allah akan mengunci hatinya.” (HR. Ahmad 15498, Nasai 1369, Abu Daud 1052, dan dinilai hasan Syuaib al-Arnauth)

Dari beberapa riwayat di atas tentang ancaman meninggalkan shalat jum'at, ada beberapa pelajaran yang bisa kita catat, antara lain :
Yang dimaksud ‘Allah kunci hatinya’ adalah Allah menutup hatinya dan menghalangi masuknya hidayah dan rahmat ke dalam hatinya. Kemudian digantikan dengan kebodohan, sifat beringas, dan keras kepala. Sehingga hatinya seperti hati orang munafik. Demikian keterangan al-Munawi dalam Faidhul Qodir (6/133).

Ketika hati seseorang sudah dikunci mati, dia menjadi kebal hidayah. Seberapapun peringatan yang dia dengar, tidak akan memberikan manfaat dan tidak akan menggerakkan hatinya. Seolah dia terhalang untuk bertaubat.

Hukuman semacam ini mirip dengan hukuman yang Allah berikan kepada Iblis. Karena pembangkangannya, Allah tutup kesempatan bagi Iblis untuk bertaubat. Sungguh hukuman yang sangat menakutkan.

Shalat Jumat pada prinsipnya sama dengan Shalat wajib yang dilaksanakan secara berjamaah. Shalat Jumat adalah Shalat wajib atau fardhu ‘ain yang dilaksanakan oleh setiap muslim laki-laki dalam setiap minggunya setiap hari Jumat. Shalat Jumat harus dilaksanakan secara berjamaah dan tidak boleh dilakukan sendiri-sendiri.

1. Adalah Membaca Lafast Niat Shalat jum'at

2. Mengangkat Belah tangan

    Allaahu akbar

3. Setelah Takbir Ihram Lalu Membaca Doa Iftitah dalam Hati

Allaahu akbar kabiiroo, wal hamdulillaahi katsiiroo, wa subhaanallaahi bukrataw-wa ashiilaa. 
Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal-ardha, haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaati wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil ‘alaamiina. Laa syariika lahu wabidzaalika umirtu wa ana minal muslimiina.”

Artinya ;
Allah Maha Besar, Segala Puji bagi Allah, pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.
Sesungguhnya aku menghadapkan mukaku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan bukannya aku termasuk dalam golongan musyrik. Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, karena itu aku rela diperintah dan aku ini adalah golongan orang Islam.

4. Setelah Doa Iftitah lalu diteruskan dengan membaca Surat Al-Fatihah

"Bismillahirrohmanirrohim"
Alhamdulillahi robbil 'alamin,
Arrohmaanirrahiim
Maaliki yaumiddiin,
Iyyaka na'budu waiyyaaka nasta'iin,
Ihdinasshirratal mustaqim,
Syiratalladziina an’amta alaihim, ghairil maghduubi 'alaihim waladdhaaalliin.
Artinya:
dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
yang menguasai di hari Pembalasan.
hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan
Tunjukilah Kami jalan yang lurus.
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Lalu Diteruskan Dengan Surat-surat Pendek yang mudah Dihafal seperti surat Al-Ikhlas
Qul huwa allaahu ahadun,
Allaahu shamadu
lam yalid walam yuuladu
walam yakun lahu kufuwan ahadun.
Artinya:

Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

5. Rukuk (pertama)

Setelah Membaca Surat Al- Fatihah dan surat pendek, lalu mengangkat ke dua belah tangan setinggi seraya membaca Allahu Akbar terus Badanya membungkuk, kedua tanganya memegang lutut dan ditekankan antara punggung dan kepala supaya rata.
Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut :

Subhaana rabbiyal 'azhiimi wabihamdih (3x)

Artinya ;
Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Terpuji.

6. I'tidal (pertama)

Setelah rukuk, terus bangkitlah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan setentang telinga, seraya membaca sebagai berikut :

Sami'allaahu liman hamidah, rabbanaa walakal hamdu.

Artinya ;
Allah mendengar akan sesiapa yang memuji-Nya. Hai Tuhan kami, kepada Engkaulah segala pujian.

7. Sujud (pertama)

Setelah melakukan i'tidal terus sujud sambil mengucapkan "allahu akbar"( tersungkur ke bumi ) dengan meletakkan dahi ke bumi dan ketika turun dan posisi sempurna lalu membaca sebagai berikut

Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih (3x) 

Artinya ;
Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji

8. Duduk antara dua sujud (pertama)
Setelah sujud lalu membaca allahu akbar dan duduk membaca :

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii

Artinya ;
Ya Allah ! ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, dan angkatlah darjatku dan cukuplah segala kekuranganku dan berilah rezeki kepadaku, dan berilah aku petunjuk dan sejahterakanlah aku dan berilah keampunan padaku.

9. Sujud Kedua (pertama)

Setelah melakukan sambil membaca "allahu akbar" kemudian sujud lalu kembali dan membaca :

Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdih (3x) 

Artinya ;
Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Terpuji

10. Berdiri kembali untuk mengerjakan rekaat kedua sama seperti rekaat pertama

11. Tasyahud (Tahyatul Akhir)

Dengan cara duduk kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri di duduki dan membaca

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, Waasyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma shalli ‘alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Wabaarik ‘alaa Muhammad, wa 'alaa aali Muhammad, kamaa baarakta 'alaa Ibraahim, wa 'alaa aali Ibraahim. Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid. Allaahumma innii a'uudzubika min 'adzaabi jahannama wamin 'adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wamamaati wamin fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya ;
Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. “ Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. “ Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia.” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajal.

12. Salam

Sambil mengucapkan :


Assalaamu 'alaikum warahmatullaah.

Artinya ;
Keselamatan dan rahmat buat Anda sekalian.
Waktu membaca salam yang pertama muka kiri menengok ke kanan dan waktu salam yang kedua muka kita menengok ke kiri


Dengan salam ini maka berakhirlah sholat kita dan semoga bermanfaat

Komentar